Rabu, 05 Juli 2017

Sepertiga malamku

Resah ini membangunkanku dari pangkuan sang malam meski ku berselimut kasihmu..kemudian kubasuh rasa kantuk ini dengan banyak harap.. aku syairkan kabut yg turun bersama butir embun yg dingin.. sungguh luas kasih sayangmu..

Kuterduduk dalam sunyi dengan banyak keraguan yg kuperangi..
Jika hujan telah usai dengan musimnya tak usah berkecil hati karena gunung- gunung masih mengalirkan banyak air melalui sungai - sungai dan pohon-pohon yg telah menyimpan banyak kasih untukmu..

Semilir angin kecil menerpaku dalam takjub..
Kemudian ribuan keinginan dan pertanyaanpun larut dalam segelas kopi.. doapun terhisap sebatang rokok yg mengasap penuh harap dan membumbung tinggi memenuhi langit malam..

Asholatu Khoiruminannaum...

Selasa, 06 Juni 2017

Embun

Kesejukanmu terasa didadaku..
Didalam tarikan nafas- nafas..

Bertaburan butiran embun membasahi daun bunga dan putik.. Embun yg menjelma kabut menelan perjalanan namun tetap menyejukan..

Embun pagi ..
Kau biaskan kesejukan yg indah dengan mudahnya..
Embun pagi,..
Kau begitu murni .....

Kamis, 01 Juni 2017

Kamilah Di Malam Ramadan

Duhai istri dan anaku..
Semoga kecantikanmu menjadi barokah dari kesholihaan..
Dan salah satu perhiasan dunia adalah wanita yg mampu menggambarkan syurga dengan senyuman untuk imam-imamnya.. Maka padamlah api neraka dan turunlah api suci dari syurga-syurga..

Saat amarah menuju lawamah itulah perjalanan pertaubatan..
Maka mulhimahpun memekarkan bunga-bunga untaian syair percintaan hamba kepada tuhanya yg melukiskan banyak wajah-wajah.. Kemudian laksana ilham mulhimahahpun memancarkan hikmah-hikmah perjalanan yg menjadikanya kebingungan tentang kasafnya..

Maka dalam perenungan ini terbukalah ayat-ayat dan pembuktianya.. Sehingga terlihatlah jelas Tuhan dan kekasihnya dalam hakikatnya La maujuda illalloh dalam diri Rosulnya.. Bukalah quran dan sabda-sabda kekasihnya hingga Terpancarlah mutmainah dalam basyirohmu maka takan tersesat perjalanan ini..

Maka mutmainah pun melihat jelas langit-langit yg penuh hijab laksana bintang-bintang yg indah sedang ketinggianya seolah dapat teraih dengan menaiki gunung-gunung tinggi sebagai tangga-tangganya dalam penyepianya...

Dalam doanya dia mengharap rodiyah dan mardiyah setapak demi setapak dalam pendakianya menuju kamilah yg penuh cahaya keabadian dan keindahan sejati...

Sesungguhnya keindahan semesta ini adalah barokah dari terciptanya Nur muhamad.. Nurun ngala nurin.

Sabtu, 25 Februari 2017

Suluk lingsir wengi






Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo tangi nggonmu guling
Awas jo ngetoro
Aku lagi bang wingo wingo
Jin setan kang tak utusi
Dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet



Lingsir wengi wus tumeka
Tengah malam telah tiba

Akancan karo wulan
Berteman dengan bulan

Bayu kang ngelus-ngelus raga
Angin yang mengelus raga

Sukma krasaning ilang
Jiwa serasa hilang

Wus wayahe sedhulur
Sudah saatnya saudara

Mungkasi apa kang wis dilakoni
Menuntaskan apa yang sudah dilakukan

Wus wayahe ndhunga
Sudah saatnya berdoa

Marang Gusti Kang Murbeng Alam
Kepada Tuhan Yang Maha Pencipta

Aja wedi karo lingsir wengi
Jangan takut dengan tengah malam

Amarga iki wayahe luwih cumedak marang Pengeran
(Karena ini saatnya lebih dekat dengan Tuhan)

Mandhar muga turu isa luwih enak
(Semoga tidur bisa lebih nyaman)